Era 1980-an Cilacap-Kalipucang ditempuh dengan jalur transportasi air. Ada 15 kapal besar berkapasitas hingga 300 orang beroperasi di sepanjang jalur ini. Ada juga ratusan Compreng yang meramaikan jalur ini. Namun, sedimentasi di Segara Anakan menyebabkan jalur transportasi menjadi sempit dan dangkal. Kapal pun menghilang.
Sebagian besar armada transportasi dikelola oleh Dinas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Kabupaten Cilacap dan Ciamis. Kapal terbuat dari besi seperti kapal ferry, bedanya panjang dan besarnya lebih kecil dibanding kapal-kapal yang beroperasi di transportasi selat. Di badan kapal tertulis kata TA dilanjutkan dengan nomor serinya sehingga warga menyebutnya dengan kapal TA-1, TA-2, dan seterusnya. Selain itu, ada juga armada yang dikelola oleh perusahaan swasta, seperti kapal Kasih Sayang dan Sundawa. Baca selebihnya »